Jumat, 20 Juli 2012


 Bismillahirrahmanirrahim..

Bermula ketika aku terduduk di dalam mesjid sembari menunggu azan isya pada permulaan bulan ramadhan. Teringat akan hadits Rasullullah saw yang berbunyi khairukum anfa’ukum linnaas yang berarti bahwa seseorang dapat dianggap terbaik dihadapan Allah ketika menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Dan sungguh, hidup itu hanya ada 2 pilihan yang baik, yaitu belajar atau mengajar, karena pilihan yang ketiga adalah sangat buruk sekali, sudah tak mampu mengajar, tak hendak pula belajar. Nauzubillah…

Maka setelah pulang shalat terawih dan makan bersama keluarga, ku mulai mengutak-atik kata demi kata di hadapan laptop kesayanganku sembari ditemani istriku tercinta…

Sungguh, hal yang terlintas dibenakku ketika di mesjid tadi adalah asal-usul shalat terawih itu sendiri, kapan shalat terawih itu pertama kali dilaksanakan?, bagaimana penetapan awal bulan ramadhan?, berapa bilangan rakaatnya? Karena bukan hal baru lagi beberapa hal ini kerap menjadi perdebatan dan perbedaan dikalangan umat muslim sendiri, terutama di Indonesia. Tidak ada keraguan dalam benakku bahwa perbedaan pendapat dikalangan ulama adalah rahmat, namun ketika melaksanakan suatu ibadah yang dilakukan secara masal, adalah suatu kebaikan yang tak terhingga jika dapat disatukan pelaksanaannya dibawah panji otoritas yang sah secara hukum. Alangkah indahnya persatuan umat Islam dalam beribadah, alangkah hebatnya ajaran Islam dalam menata kesatuan umat dalam beberapa ibadah yang dikerjakan secara berjamaah. Misalnya, pelaksanaan shalat jumat secara berjamaah oleh kaum laki-laki, pelaksanaan shalat idul fitri dan idul adha, puasa secara serempak dibulan ramadhan dan yang paling besar adalah pelaksanaan ibadah haji yang dilakukukan oleh berbagai macam dan ragam suku bangsa ditanah yang sama yaitu tanah haram, waktu yang sama bahkan pakaian yang sama tanpa ada perbedaan gelar, kedudukan dan kasta. Subhanallah… Bukankah disisi Allah orang yang paling mulia adalah orang yang paling bertaqwa?? Balaa…. ( Tentu saja).

Baiklah, kita tinggalkan sejenak masalah khilafiyah ataupun perbedaan yang terjadi saat ini, hal yang ingin ku tuntaskan adalah rasa penasaran terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam benakku tadi di mesjid. Akan ku bawa beberapa kitab ke kasur dan ku baca beberapa hal tentang bulan ramadhan. Semoga dapat mengobati rasa penasaranku dan akan kuceritakan kepada kalian duhai sobat apa yang kudapatkan.

Sampai bertemu kembali esok hari, wassalamu’alaikum wr.wb...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar