Bermula ketika aku terduduk di
dalam mesjid sembari menunggu azan isya pada permulaan bulan ramadhan. Teringat
akan hadits Rasullullah saw yang berbunyi khairukum
anfa’ukum linnaas yang berarti bahwa seseorang dapat dianggap terbaik
dihadapan Allah ketika menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Dan
sungguh, hidup itu hanya ada 2 pilihan yang baik, yaitu belajar atau mengajar,
karena pilihan yang ketiga adalah sangat buruk sekali, sudah tak mampu
mengajar, tak hendak pula belajar. Nauzubillah…
Maka setelah pulang shalat terawih
dan makan bersama keluarga, ku mulai mengutak-atik kata demi kata di hadapan
laptop kesayanganku sembari ditemani istriku tercinta…
Sungguh, hal yang terlintas
dibenakku ketika di mesjid tadi adalah asal-usul shalat terawih itu sendiri,
kapan shalat terawih itu pertama kali dilaksanakan?, bagaimana penetapan awal
bulan ramadhan?, berapa bilangan rakaatnya? Karena bukan hal baru lagi beberapa
hal ini kerap menjadi perdebatan dan perbedaan dikalangan umat muslim sendiri,
terutama di Indonesia. Tidak ada keraguan dalam benakku bahwa perbedaan
pendapat dikalangan ulama adalah rahmat, namun ketika melaksanakan suatu ibadah
yang dilakukan secara masal, adalah suatu kebaikan yang tak terhingga jika
dapat disatukan pelaksanaannya dibawah panji otoritas yang sah secara hukum. Alangkah
indahnya persatuan umat Islam dalam beribadah, alangkah hebatnya ajaran Islam
dalam menata kesatuan umat dalam beberapa ibadah yang dikerjakan secara
berjamaah. Misalnya, pelaksanaan shalat jumat secara berjamaah oleh kaum
laki-laki, pelaksanaan shalat idul fitri dan idul adha, puasa secara serempak
dibulan ramadhan dan yang paling besar adalah pelaksanaan ibadah haji yang
dilakukukan oleh berbagai macam dan ragam suku bangsa ditanah yang sama yaitu
tanah haram, waktu yang sama bahkan pakaian yang sama tanpa ada perbedaan
gelar, kedudukan dan kasta. Subhanallah… Bukankah disisi Allah orang yang
paling mulia adalah orang yang paling bertaqwa?? Balaa…. ( Tentu saja).
Baiklah, kita tinggalkan sejenak
masalah khilafiyah ataupun perbedaan yang terjadi saat ini, hal yang ingin ku tuntaskan
adalah rasa penasaran terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam benakku tadi di
mesjid. Akan ku bawa beberapa kitab ke kasur dan ku baca beberapa hal tentang
bulan ramadhan. Semoga dapat mengobati rasa penasaranku dan akan kuceritakan
kepada kalian duhai sobat apa yang kudapatkan.
Sampai bertemu kembali esok hari, wassalamu’alaikum wr.wb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar